Logo PGRI

PGRI Provinsi Jambi

Portal Informasi Resmi Organisasi

Dr. H. Kemas Arsyad Somad, SH, MH

Kemas Arsyad Somad: Keteladanan di Balik Kekuatan PGRI Jambi

Oleh: Nanang Sunarya (Ketua PGRI Jambi) | Jambi, 13 Juli 2026

Dalam perjalanan panjang sejarah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Provinsi Jambi, nama Dr. H. Kemas Arsyad Somad, SH, MH, menempati ruang yang istimewa. Bukan sekadar karena jabatan struktural yang pernah ia emban selama dua periode berturut-turut—2002-2007 dan 2008-2013—melainkan karena jejak kepemimpinan yang ia tinggalkan telah membentuk karakter organisasi yang tangguh hingga hari ini.

Masa kepemimpinan Pak Kemas, sapaan akrabnya, dikenal sebagai era transformasi strategis. Ia tidak hanya menjalankan roda organisasi secara administratif, tetapi juga visioner dalam membaca peluang. Salah satu terobosan besarnya adalah pemberdayaan potensi sumber daya yang ada (anggota muda PGRI) termasuk memanfaatkan kekuatan media sebagai alat perjuangan. Di tangannya, suara PGRI Jambi tidak lagi hanya bergema di ruang tertutup, melainkan terdengar jelas di ruang publik, memperkuat posisi tawar organisasi dalam memperjuangkan hak-hak guru.

Namun, di balik ketegasan manajerialnya, tersimpan sisi kemanusiaan yang begitu menyentuh. Kepedulian Pak Kemas terhadap organisasi bukan sekadar retorika, melainkan pengorbanan nyata. Banyak yang mungkin tidak tahu bahwa dana pribadi yang ia ikhlaskan untuk mengikuti forum-forum organisasi tingkat nasional bersumber dari honorarium yang diterimanya. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, amplop berisi honor tersebut belum sempat ia buka, namun sudah langsung dialokasikan demi kepentingan perjuangan PGRI. Sebuah keteladanan integritas yang jarang ditemukan, di mana kepentingan organisasi ditempatkan jauh di atas kenyamanan pribadi.

Pak Kemas juga seorang realis yang jujur. Ia pernah menegaskan sebuah kebenaran pahit namun penting: "Banyak yang ingin menjadi pengurus PGRI, tetapi yang mau bekerja itu sangat sedikit." Pernyataan ini lahir dari pengalaman lapangan, sekaligus menjadi tamparan halus bagi mereka yang hanya menginginkan gelar tanpa siap menanggung beban amanah. Baginya, menjadi pengurus PGRI adalah tentang kerja keras, bukan sekadar status sosial.

Gaya kepemimpinannya yang menghadirkan keikhlasan dalam manajemen pengelolaan organisasi berhasil menciptakan fondasi yang kokoh. Konsolidasi dan solidaritas antarpengurus terbangun bukan karena paksaan, melainkan karena keteladanan yang ia tunjukkan setiap hari. Motivasi untuk berkontribusi positif tumbuh subur di bawah naungan kepemimpinannya.

Warisan terbesar Pak Kemas adalah kemampuannya menghidupkan tiga fungsi vital PGRI secara bersamaan: sebagai Thinking Power (kekuatan berpikir), Control Power (kekuatan pengawasan), dan Pressure Power (kekuatan tekanan). Ia membuktikan bahwa PGRI bukan sekadar organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi serikat pekerja, melainkan sebuah entitas intelektual yang mampu mempengaruhi kebijakan dan menjaga marwah profesi guru.

Dr. H. Kemas Arsyad Somad, SH, MH, telah mengajarkan kita bahwa kepemimpinan sejati tidak diukur dari berapa lama seseorang memegang jabatan, tetapi dari seberapa dalam ia menanamkan nilai-nilai perjuangan dan seberapa tulus ia memberikan dirinya untuk orang banyak. Namanya akan selalu dikenang bukan hanya sebagai ketua, tetapi sebagai arsitek kebangkitan PGRI Jambi di masa sulit dan penuh keterbatasan.

Seloka dan Falsafah Perjuangan Adat Jambi

"Tudung manudung bak daun sirih, jahit menjahit bak daun pete, taub menaub bak benak ketam, hati gajah samo dilapah, hati tungau samo dicecah."
"Bak kuku dengan daging, bak emas dengan suaso, bak tali bapintal tigo, bak aur sayang ke tebing, tebing sayang ke aur, tebing runtuh aur tabao, bak parang catuk di tunggul, tunggul lapuk parang takucil"
"Gedang idak melando, panjang idak melilit"
📰 Lihat Berita Lain