Perkuat Sinergi, Pengurus PGRI Provinsi Jambi Audiensi dengan Anggota DPR RI Bapak H. Hasan Basri Agus
JAMBI, PGRI – Jajaran pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jambi melaksanakan kunjungan audiensi strategis bersama Tokoh Masyarakat Jambi yang juga merupakan Anggota DPR RI, H. Hasan Basri Agus. Pertemuan penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan ini bertempat di Balai Adat Provinsi Jambi.
Rombongan pengurus dipimpin langsung oleh Ketua PGRI Provinsi Jambi, Bpk. H. Nanang Sunarya, M.Pd., didampingi oleh 5 orang jajaran pengurus harian lainnya, yaitu: Khairu Azmi, S.P., M.M. (Sekretaris Umum), Solbi, S.Pd., M.Pd. (Wk. Ketua II), Dra. Jamilah (Wk. Ketua III), Ansori, M.Pd (Ketua Biro Lembaga Pendidikan), dan Arlis, S.Pd. (Ketua Biro Pengembangan Karir).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PGRI Provinsi Jambi menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan waktu H. Hasan Basri Agus dalam menerima kunjungan jajaran pengurus. Beliau juga menegaskan dan mengapresiasi bahwa Bapak H. Hasan Basri Agus senantiasa menjadi figur Pembina dalam struktur kepengurusan PGRI Provinsi Jambi.
Selain mempererat tali silaturahmi, momentum ini dimanfaatkan secara optimal oleh pengurus PGRI Provinsi Jambi untuk menyerahkan dan menyuarakan pokok-pokok pikiran hasil kajian Tim Kajian PGRI pusat dan daerah terkait reformasi dan tata kelola guru nasional.
Poin-Poin Penting Dokumen Kajian Strategis PGRI
Adapun substansi pembahasan utama mengacu pada dokumen resmi "Suara PGRI untuk Guru Honorer, Badan Guru Nasional, RUU Sisdiknas, UU Perlindungan Guru" yang ditekankan sebagai aspirasi perjuangan bagi perbaikan mutu serta kesejahteraan guru di tingkat nasional maupun daerah:
- Alarm dan Persoalan Guru Honorer: Menyoroti kesejahteraan yang minim di mana 74% guru honorer berpenghasilan di bawah Rp2 juta/bulan, serta ancaman krisis akibat gelombang pensiun guru massal tahun 2026–2030 (mencapai 821.325 guru). PGRI mendorong penuh adanya Perpres yang mengunci standar upah layak bagi PPPK Paruh Waktu serta relaksasi dana BOSP sekolah negeri sebesar 40–50% untuk mengakomodasi honorer lokal.
- Gagasan Pembentukan Badan Guru Nasional: Tata kelola guru saat ini dinilai terlampau rumit dan tumpang tindih karena melibatkan lintas kementerian (Kemendikdasmen, Kemenag, Kemenpan-RB, Kemendagri, Kemenkeu, BKN, dan Pemda). PGRI mengusulkan solusi mutlak berupa sistem manajemen satu pintu melalui pembentukan Badan Guru Nasional yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
- Aspirasi Terkait RUU Sisdiknas & Anggaran: Mendesak penegasan status profesi guru dan dosen serta pencantuman eksplisit hak Tunjangan Profesi Guru (TPG) dalam batang tubuh RUU Sisdiknas. Di samping itu, komitmen 20% anggaran pendidikan APBD harus dipastikan terealisasi murni untuk persekolahan, mengingat data komitmen anggaran di Jambi masih tercatat di angka 18,5%.
- Urgensi RUU Perlindungan Guru dan Dosen: Menyuarakan pentingnya undang-undang mandiri terkait perlindungan profesi, hukum, keselamatan, dan kesehatan kerja guru, mengingat aturan yang ada saat ini sering kali tumpul ketika dihadapkan langsung dengan UU Perlindungan Anak atau KUHP.
Pembahasan Intensif Masa Depan Gedung Guru Jambi
Di akhir pertemuan, pengurus PGRI Provinsi Jambi secara khusus menyampaikan perkembangan terkini mengenai eksistensi Gedung Guru Jambi di Jalan Manado, Kota Baru, yang berfungsi sebagai sekretariat utama organisasi. Berdasarkan surat balasan yang disiapkan pengurus, ditegaskan bahwa Gedung Guru Jambi hingga saat ini sangat aktif digunakan untuk pusat pelatihan guru, kegiatan internal, serta sekretariat bersama berbagai lembaga mitra strategis seperti APSI Provinsi Jambi, MGMP, PMII, Yayasan Putera-Puteri Jambi, hingga wadah pembinaan kepemudaan dan olahraga.
Mendengar hal tersebut, Bapak H. Hasan Basri Agus (HBA) memberikan respons yang sangat mendalam. Sebagai tokoh yang tahu betul sejarah panjang berdirinya fasilitas tersebut, beliau sempat bernostalgia dan menceritakan perjuangan beberapa tokoh penting Jambi terdahulu saat proses pembangunan Gedung Guru. Beliau menekankan bahwa marwah gedung ini harus tetap dijaga demi menopang suasana kondusif dunia pendidikan di Jambi.
Sebagai langkah konkret dan demi tercapainya solusi terbaik (win-win solution) terkait pemanfaatan aset, Bapak H. Hasan Basri Agus menyarankan agar jajaran Pengurus Harian PGRI Provinsi Jambi segera melakukan koordinasi dan menemui Gubernur Jambi, Bapak H. Al Haris, dalam waktu dekat.
Pertemuan strategis ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk saling mengawal regulasi pendidikan yang berpihak pada nasib para pendidik dan tenaga kependidikan di Provinsi Jambi demi mewujudkan generasi emas masa depan.