Logo PGRI

PGRI Provinsi Jambi

Portal Informasi Resmi Organisasi

Pengurus PGRI Provinsi Jambi audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi

PGRI Provinsi Jambi Audiensi dengan Dinas Pendidikan, Bahas HGN 2026 dan Polemik Gedung Guru

Jambi, Rabu, 7 Oktober 2026

JAMBI, PGRI – Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jambi melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Rabu (7/10/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda penting, di antaranya persiapan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2026, persoalan Gedung Guru Provinsi Jambi, serta berbagai kegiatan sosial dan bentuk apresiasi bagi para guru.

Audiensi berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif. PGRI Provinsi Jambi berharap berbagai persoalan yang dibahas dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah, dengan tetap memperhatikan kepentingan pendidikan sekaligus menghargai sejarah dan keberadaan organisasi profesi guru.

Polemik Gedung Guru, PGRI Harapkan Solusi yang Adil

Salah satu persoalan penting yang menjadi pembahasan dalam audiensi adalah keberadaan Gedung Guru Provinsi Jambi. Gedung Guru tersebut bukan merupakan bangunan baru yang sedang diminta untuk dibangun oleh PGRI. Gedung tersebut telah berdiri sejak sekitar tahun 1990-an dan memiliki sejarah panjang dalam perjalanan organisasi guru di Provinsi Jambi. Pembangunan Gedung Guru pada masa itu dilakukan melalui iuran dan partisipasi para guru dari berbagai wilayah di Provinsi Jambi. Gedung tersebut kemudian menjadi salah satu tempat yang memiliki nilai historis bagi perjalanan PGRI dan para guru di Provinsi Jambi.

Adapun lahan tempat berdirinya Gedung Guru merupakan tanah milik Pemerintah Provinsi Jambi.

PGRI mendukung pembangunan pendidikan. Namun, keberadaan Gedung Guru yang dibangun dari kontribusi para guru sejak tahun 1990-an juga perlu dihargai dan diperhatikan dalam mencari solusi bersama.

Persoalan muncul pada tahun 2026 seiring dengan adanya rencana pembangunan SLB Negeri 1 di lokasi tersebut. Dalam prosesnya, PGRI diminta untuk berpindah dari lokasi Gedung Guru. Kondisi tersebut menjadi perhatian PGRI Provinsi Jambi karena menyangkut keberadaan sebuah gedung yang memiliki sejarah panjang dan dibangun melalui kontribusi para guru.

PGRI memahami bahwa pembangunan sarana pendidikan, termasuk SLB Negeri 1, merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam meningkatkan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Namun demikian, PGRI juga berharap penyelesaian persoalan Gedung Guru dilakukan melalui dialog, musyawarah, dan solusi yang tidak berat sebelah.

Komunikasi dengan Bagian Aset Pemerintah Provinsi Jambi

Kepala Dinas menyampaikan bahwa komunikasi mengenai persoalan Gedung Guru telah dilakukan dengan bagian aset Pemerintah Provinsi Jambi. Dari komunikasi tersebut, telah terdapat beberapa lokasi yang direkomendasikan sebagai alternatif apabila nantinya diperlukan relokasi Gedung Guru.

Bagi PGRI, persoalan tersebut bukan sekadar mengenai berpindah tempat. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana nilai sejarah, kontribusi para guru, dan keberadaan organisasi PGRI tetap mendapatkan penghormatan dan kepastian dalam penyelesaian persoalan tersebut.

PGRI Dukung Pembangunan SLB Negeri 1

PGRI Provinsi Jambi menegaskan bahwa persoalan Gedung Guru tidak dimaksudkan untuk mempertentangkan keberadaan organisasi dengan kepentingan pembangunan pendidikan. Pembangunan SLB Negeri 1 dipandang sebagai bagian penting dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Provinsi Jambi. Karena itu, PGRI berharap pembangunan SLB Negeri 1 tetap dapat berjalan, sementara persoalan Gedung Guru juga mendapatkan penyelesaian yang adil melalui jalan tengah yang dapat diterima semua pihak.

H. Nanang Sunarya, M.Pd., Ketua PGRI Provinsi Jambi:

“Kami pada prinsipnya mendukung pembangunan pendidikan di Provinsi Jambi, termasuk pembangunan SLB Negeri 1. Tetapi Gedung Guru juga memiliki sejarah yang panjang. Gedung itu dibangun pada tahun 1990-an dari iuran para guru se-Provinsi Jambi. Karena itu, kalau ada persoalan terkait pemanfaatan lokasi tersebut, tentu harus kita carikan jalan keluar bersama yang adil dan tidak berat sebelah.”

Menurutnya, PGRI tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi konflik antara kepentingan organisasi guru dan pembangunan pendidikan.

H. Nanang Sunarya, M.Pd.:

“Kita tidak ingin mempertentangkan kepentingan pendidikan dengan kepentingan guru. Keduanya harus bisa berjalan bersama. Yang kita harapkan adalah solusi terbaik melalui musyawarah, sehingga pembangunan SLB tetap dapat berjalan dan keberadaan serta sejarah Gedung Guru juga tetap dihargai.”

PGRI Provinsi Jambi menyambut baik komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jambi terkait beberapa alternatif lokasi yang telah direkomendasikan. Namun, setiap opsi perlu dikaji secara matang, baik dari sisi lokasi, kelayakan, aksesibilitas, maupun keberlanjutan kegiatan organisasi PGRI.

PGRI berharap proses penyelesaian persoalan ini dilakukan secara transparan dan melibatkan pihak-pihak terkait sehingga menghasilkan keputusan yang dapat diterima bersama.

Pelaksanaan HGN 2026 Pertimbangkan Kondisi Kualitas Udara

Selain persoalan Gedung Guru, audiensi juga membahas persiapan Hari Guru Nasional Tahun 2026.

Pengurus PGRI Provinsi Jambi audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi

Kondisi kualitas udara dan kabut asap menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan. Apabila pada waktu yang telah direncanakan kondisi kabut asap masih terjadi dan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada pada kategori tinggi, maka waktu pelaksanaan kegiatan dapat dipertimbangkan kembali.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan para guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta masyarakat yang akan mengikuti rangkaian kegiatan HGN 2026.

PGRI dan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi sepakat bahwa aspek kesehatan dan keselamatan harus menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan waktu pelaksanaan kegiatan.

Donor Darah Warnai Rangkaian HGN 2026

Dalam rangka memperingati HGN 2026, PGRI Provinsi Jambi juga menyiapkan kegiatan sosial berupa donor darah.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wujud nyata kepedulian insan pendidikan kepada masyarakat. Para guru tidak hanya memperingati Hari Guru dengan kegiatan seremonial, tetapi juga turut memberikan kontribusi sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Guru Mendapat Apresiasi melalui Kerja Sama dengan Yamaha Motor dan Ramayana

PGRI Provinsi Jambi juga menyiapkan bentuk apresiasi bagi guru melalui kerja sama dengan sejumlah pihak.

Dalam rangkaian HGN 2026, Yamaha Motor dan Ramayana direncanakan memberikan diskon atau penawaran khusus bagi para guru.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk penghargaan terhadap dedikasi para guru yang terus menjalankan tugas mendidik, membimbing, dan mempersiapkan generasi penerus bangsa.

Perkuat Sinergi PGRI dan Pemerintah Provinsi Jambi

Pengurus PGRI Provinsi Jambi audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi

Audiensi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara PGRI Provinsi Jambi dengan Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Pendidikan.

Berbagai persoalan yang muncul diharapkan dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah. PGRI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memajukan pendidikan, sekaligus memperjuangkan kepentingan dan keberadaan guru.

PGRI Provinsi Jambi percaya bahwa melalui komunikasi, musyawarah, dan semangat kebersamaan, pembangunan pendidikan dapat terus berjalan tanpa mengabaikan sejarah, kontribusi, dan martabat para guru.

📰 Lihat Berita Lain