YPLP PGRI PROVINSI JAMBI
Rubrik Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) – SMK
Komponen 3 – Pengelolaan Pembelajaran Berbasis Dunia Kerja
3.1 Perencanaan Pembelajaran Berbasis Dunia Kerja
Indikator: Kepala sekolah memastikan perencanaan pembelajaran mengacu pada kebutuhan industri dan kompetensi kejuruan siswa.
4 – Sangat Baik: Kepala sekolah memimpin penyusunan RPP dan perangkat pembelajaran yang sepenuhnya terintegrasi dengan praktik industri, proyek berbasis kompetensi, serta strategi pembelajaran aktif dan kreatif, dan melakukan evaluasi berkala.
3 – Baik: RPP dan perangkat pembelajaran sebagian sudah terintegrasi dengan praktik industri, namun belum sepenuhnya konsisten di semua kelas atau jurusan.
2 – Cukup: RPP ada, tetapi integrasi dengan dunia kerja terbatas dan strategi pembelajaran inovatif belum diterapkan merata.
1 – Kurang: RPP tidak disusun sesuai kebutuhan industri, praktik berbasis kompetensi tidak diterapkan.
3.2 Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Dunia Kerja
Indikator: Penerapan metode pembelajaran yang mengacu pada praktik industri, proyek riil, dan keterampilan kerja siswa.
4 – Sangat Baik: Guru melaksanakan pembelajaran praktik industri secara rutin, menggunakan proyek nyata, laboratorium, dan bengkel sesuai jadwal, dengan monitoring aktif oleh kepala sekolah.
3 – Baik: Pembelajaran praktik industri sudah diterapkan oleh sebagian guru, namun monitoring kepala sekolah atau integrasi jadwal masih terbatas.
2 – Cukup: Beberapa guru menerapkan praktik industri, tetapi sebagian besar pembelajaran masih bersifat teori dan terpisah dari praktik riil.
1 – Kurang: Pembelajaran dominan teori, tidak ada integrasi dengan praktik industri atau proyek nyata.
3.3 Penilaian Berbasis Kompetensi dan Dunia Kerja
Indikator: Sistem penilaian mencerminkan kompetensi siswa sesuai standar industri dan kurikulum SMK.
4 – Sangat Baik: Kepala sekolah memastikan guru menilai secara kompetensi berbasis praktik industri, memberikan umpan balik konstruktif, dan menggunakan hasil penilaian untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kinerja siswa.
3 – Baik: Penilaian berbasis kompetensi sudah diterapkan, umpan balik diberikan, tetapi pemanfaatannya untuk perbaikan pembelajaran belum konsisten di semua kelas.
2 – Cukup: Penilaian sebagian berbasis kompetensi, sebagian guru masih menggunakan metode tes tertulis standar, umpan balik minimal.
1 – Kurang: Penilaian tidak berbasis kompetensi, tidak ada umpan balik, dan tidak digunakan untuk perbaikan pembelajaran.
3.4 Hasil Belajar dan Kesiapan Kerja Siswa
Indikator: Pencapaian kompetensi siswa sesuai standar industri dan kesiapan kerja setelah lulus.
4 – Sangat Baik: Mayoritas siswa mencapai kompetensi sesuai standar industri, mampu bekerja di dunia kerja nyata, memiliki sertifikasi keterampilan, dan ada dokumentasi perkembangan keterampilan setiap semester.
3 – Baik: Siswa umumnya menguasai kompetensi kejuruan, tetapi kesiapan kerja dan sertifikasi belum merata di semua siswa.
2 – Cukup: Hasil belajar sebagian siswa sesuai kompetensi, sebagian belum siap untuk terjun ke dunia kerja atau keterampilan praktik belum optimal.
1 – Kurang: Sebagian besar siswa belum mencapai kompetensi, tidak siap kerja, dan dokumentasi hasil belajar tidak ada.
Data Dukung Utama:
Dokumentasi RPP dan perangkat pembelajaran berbasis dunia kerja.
Jadwal praktik industri, proyek, dan laboratorium/bengkel.
Catatan supervisi kepala sekolah terhadap implementasi praktik industri.
Hasil penilaian berbasis kompetensi dan umpan balik guru.
Data pencapaian kompetensi dan sertifikasi siswa, termasuk kesiapan kerja.
Total Skor:
0
Predikat:
-
Jambi,
.................
Penilai,
________________
Cetak PDF
⬅